Setiap pagi di sekolah bukan sekadar awal kegiatan belajar, tetapi
juga momen penting yang membentuk cara anak memahami
dunia. Buku ini mengajak pembaca melihat bagaimana ritual
sederhana seperti Morning Assembly dapat menjadi ruang
tumbuhnya karakter anak usia dini. Berlandaskan falsafah Tri
Hita Karana—harmoni dengan Tuhan, sesama manusia, dan
alam—buku ini menggambarkan bagaimana kebiasaan harian,
interaksi hangat antara guru dan anak, serta pengalaman
emosional yang bermakna dapat menumbuhkan kesadaran
spiritual, empati sosial, dan kepedulian lingkungan sejak dini.
Melalui kisah praktik pendidikan yang hidup dan refleksi
mendalam tentang pembiasaan nilai, buku ini menunjukkan
bahwa karakter tidak dibentuk melalui nasihat semata,
melainkan melalui pengalaman yang dihidupi setiap hari. Buku
ini menjadi inspirasi bagi pendidik, orang tua, dan pemerhati
pendidikan anak usia dini yang ingin menghadirkan pendidikan
karakter yang utuh, kontekstual, dan berakar pada kearifan
budaya
Reviews
There are no reviews yet.